atolee atolee atolee atolee atolee atolee atolee atolee atolee atolee atolee atolee atolee atolee

Ayo Siaga Bencana !

Prediksi  (informasi)  merupakan  sebagian kecil dari  Mitigasi. Namun yang paling penting adalah kesiapan masing-masing kita dalam menghadapi  bencana..Dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Pemerintah.
Sudahkah kita siap dengan Tas Siaga di rumah? Skenario evakuasi  yang disusun bersama keluarga.. …Jalur Evakuasi…Titik kumpul ….Kenali daerah dimana kita berada…bekali diri kita dengan pengetahuan tentang bencana (Gempa/Tsunami).
Jadilah Keluarga dan Masyarakat Siaga.Tetap Siaga,Waspada dan Tawakal.
1.MITIGASI
Mitigasi atau pengurangan adalah upaya untuk mengurangi atau meredam risiko. Kegiatan mitigasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu fisik dan nonfisik. Contoh tindakan mitigasi atau peredaman dampak ancaman:
Membuat bendungan, tanggul, kanal untuk mengendalikan banjir; pembangunan tanggul sungai dan lainnya
Penetapan dan pelaksanaan peraturan, sanksi; pemberian penghargaan mengenai penggunaan lahan, tempat membangun rumah, aturan bangunan
Penyediaan informasi, penyuluhan, pelatihan, penyusunan kurikulum pendidikan penanggulangan bencana
2.KESIAPSIAGAAN
Kesiapsiagaan adalah upaya menghadapi situasi darurat serta mengenali berbagai sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pada saat itu. Hal ini bertujuan agar warga mempunyai persiapan yang lebih baik untuk menghadapi bencana. Contoh tindakan kesiapsiagaan:
  • Pembuatan sistem peringatan dini
  • Membuat sistem pemantauan ancaman
  • Membuat sistem penyebaran peringatan ancaman Pembuatan rencana evakuasi
  • Membuat tempat dan sarana evakuasi
  • Penyusunan rencana darurat, rencana siaga Pelatihan, gladi dan simulasi atau uji coba
  • Memasang rambu evakuasi dan peringatan dini

3.Tindakan kesiapsiagaan

Merencanakan kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya mencakup perencanaan fisik bangunan belaka. Setiap orang dalam rumah sebaiknya tahu apa yang harus dilakukan dan ke mana harus pergi bila situasi darurat terjadi.


> Prinsip rencana siaga untuk rumah tangga


Sederhana – Rencana darurat rumah tangga dibuat sederhana sehingga mudah diingat oleh seluruh anggota keluarga. Bencana adalah situasi yang sangat mencekam sehingga mudah mencetus kebingungan. Rencana darurat yang baik hanya berisi beberapa rincian saja yang mudah dilaksanakan

Tentukan jalan melarikan diri – Pastikan Anda dan keluarga tahu jalan yang paling aman untuk keluar dari rumah saat gempa. Jika Anda berencana meninggalkan daerah atau desa, rencanakan beberapa jalan dengan memperhitungkan kemungkinan beberapa jalan yang putus atau tertutup akibat gempa
Tentukan tempat bertemu – Dalam keadaan anggota keluarga terpencar,misalnya ibu di rumah, ayah di tempat kerja, sementara anak-anak di sekolah saat gempa terjadi, tentukan tempat bertemu. Yang pertama semestinya lokasi yang aman dan dekat rumah. Tempat ini biasanya menjadi tempat anggota keluarga bertemu pada keadaan darurat. Tempat kedua dapat berupa bangunan atau taman di luar desa, digunakan dalam keadaan anggota keluarga tidak bisa kembali ke rumah. Setiap orang mestinya tahu tempat tersebut.

> Prinsip rencana siaga untuk sekolah

Sama dengan prinsip rencana siaga di rumah tangga. Gedung sekolah perlu diperiksa ketahanannya
terhadap gempa bumi. Sebaiknya sekolah dibangun berdasarkan standar bangunan tahan gempa. Anak-anak sekolah perlu sering dilatih untuk melakukan tindakan penyelamatan diri bila terjadi gempa, misalnya sekurang kurangnya 2 kali dalam setahun.
> Menyiapkan rumah tahan gempa

1. Minta bantuan ahli bangunan. Tanyakan tentang perbaikan dan penguatan rumah seperti serambi, pintu kaca geser, garasi, dan pintu garasi. Setidaknya ada bagian rumah yang tahan gempa sebagai titik atau ruang berlindung
2. Periksa apakah fondasi rumah Anda kokoh
3. Jika mempunyai saluran air panas dan gas, pastikan tertanam dengan kuat. Gunakan sambungan pipa yang lentur.
4.  Letakkan barang yang besar dan berat di bagian bawah rak dan pastikan rak tertempel mati pada tembok
5. Simpan barang pecah-belah di bagian bawah rak atau lemari yang berlaci dan dapat dikunci
6. Gantungkan benda berat seperti gambar, lukisan, dan cermin jauh dari tempat tidur, sofa atau kursi dimana orang duduk
7. Segera perbaiki kabel-kabel yang rusak dan sambungan gas yang bocor
8. Perbaiki keretakan-keretakan pada atap dan fondasi rumah, dan pastikan hal itu bukan karena kerusakan struktur
9. Pasang pipa air dan gas yang lentur untuk menghindari kebocoran air dan gas
10. Simpan racun serangga atau bahan yang berbahaya dan mudah terbakar di tempat aman, terkunci serta jauh dari jangkauan anak-anak
11. Hiasan gantung dan lampu diikat kuat agar tidak jatuh pada saat gempa.
12. Bila memungkinkan sediakan kasur gulung di dekat tempat-tempat tertentu sebagai alat pengaman kejatuhan barang dari atas
13. Menyediakan helm dekat dengan tempat kerja atau tempak tidur Anda dan gunakan segera ketika terjadi gempa

A.Tindakan Saat Terjadi Gempa Bumi
1. Bila Anda berada dalam bangunan, cari tempat perlindungan. Hindari jendela dan bagian rumah yang terbuat dari kaca. Gunakan bangku, meja atau perlengkapan rumah tangga yang kuat sebagai perlindungan
2. Tetap di sana namun bersiap untuk pindah. Tunggu sampai goncangan berhenti dan aman untuk bergerak
3. Menjauhlah dari jendela kaca, perapian, kompor atau peralatan rumah tangga yang mungkin akan jatuh. Tetap di dalam untuk menghindari terkena pecahan kaca atau bagian-bagian bangunan
4. Jika malam hari dan Anda di tempat tidur. Cari tempat yang aman yang kuat dan tunggu gempa berhenti. Jika gempa sudah berhenti, periksa anggota keluarga dan carilah tempat yang aman. Ada baiknya kita mempunyai lampu senter dekat tempat tidur. Saat gempa malam hari, alat murah ini sangat berguna untuk menerangi jalan mencari tempat aman, terutama bila listrik padam akibat gempa. Lilin dan lampu gas sangat berbahaya, dan sebaiknya tidak digunakan
5. Jika Anda berada di tengah keramaian, cari perlindungan. Tetap tenang dan mintalah yang lain untuk tenang juga. Jika sudah aman, berpindahlah ke tempat yang terbuka, jauh dari pepohonan besar atau bangunan. Waspada akan kemungkinan gempa susulan
6. Jika Anda di luar, cari tempat terbuka, jauh dari bangunan, pohon tinggi dan jaringan listrik. Hindari rekahan akibat gempa yang bisa sangat berbahaya J
7. Jika Anda mengemudi, berhentilah jika aman, tapi tetap dalam mobil. Menjauhlah dari  jembatan, jembatan layang atau terowongan. Pindahkan mobil jauh dari lalu lintas. Jangan berhenti dekat pohon tinggi, lampu lalu lintas atau tiang listrik
8. Jika Anda di pegunungan, dekat dengan lereng atau jurang yang rapuh waspadalah dengan batu atau tanah longsor yang runtuh akibat gempa
9. Jika Anda di pantai, segeralah berpindah ke daerah yang tinggi atau berjarak beberapa ratus meter dari pantai. Gempa bumi dapat menyebabkan tsunami selang beberapa menit atau jam setelah gempa dan menyebabkan kerusakan yang hebat


> Tindakan Setelah Gempa Bumi Berlangsung

Saat Anda dan keluarga terlepas dari ancaman akibat gempa awal
1. Periksa adanya luka. Setelah menolong diri, bantu menolong mereka yang terluka atau terjebak. Hubungi petugas yang menangani bencana, kemudian berikan pertolongan pertama jika memungkinkan. Jangan coba memindahkan mereka yang luka serius karena justru bisa memperparah luka.
2.  Periksa keamanan. Periksa hal-hal berikut setelah gempa
  • Api atau ancaman kebakaran
  • Kebocoran gas – tutup saluran gas jika diduga bocor dari adanya bau dan jangan dibuka sebelum diperbaiki oleh ahlinya
  • Kerusakan saluran listrik – matikan meteran listrik
  • Kerusakan kabel listrik – menjauhlah dari kabel listrik sekalipun meteran telah dimatikan
  • Barang-barang yang jatuh di dalam lemari (saat Anda membukanya)
  • Periksa pesawat telepon – pastikan telepon pada tempatnya

3. Lindungi diri Anda dari ancaman tidak langsung dengan memakai celana panjang, baju lengan panjang, sepatu yang kuat, dan jika mungkin juga sarung tangan. Ini akan melindungi Anda dari luka akibat barang-barang yang pecah.
4. Bantu tetangga yang memerlukan bantuan. Orang tua, anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui dan orang cacat mungkin perlu bantuan tambahan. Mereka yang jumlah anggota keluarganya besar juga memerlukan bantuan tambahan pada keadaan darurat.
5. Pembersihan. Singkirkan barang-barang yang mungkin berbahaya, termasuk pecahan gelas, kaca, dan obat-obatan yang tumpah.
6. Waspada dengan gempa susulan. Sebagian besar gempa susulan lebih lemah dari gempa utama. Namun, beberapa dapat cukup kuat untuk merobohkan bangunan yang sudah goyah akibat gempa pertama. Tetaplah berada jauh dari bangunan. Kembali ke rumah hanya bila pihak berwenang sudah mengumumkan keadaan aman.
7.Gunakan lampu senter. Jangan gunakan korek api, lilin, kompor gas atau obor
8.Gunakan HP hanya dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa
9.Nyalakan radio untuk informasi, laporan kerusakan atau keperluan relawan di daerah Anda
10.Kondisikan jalan bebas rintangan untuk mobil darurat

B.Tindakan Pengurangan Dampak Dari Tsunami
Hindari bertempat tinggal di daerah tepi pantai yang landai . Berdasarkan penelitian, daerah ini merupakan daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat bencana Tsunami, badai dan angin rebut
Disarankan untuk menanam tanaman yang mampu menahan gelombang seperti bakau, palem, ketapang, waru, beringin atau jenis lainnya Ikuti tata guna lahan yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat
Buat bangunan bertingkat dengan ruang aman di bagian atas Bagian dinding yang lebar usahakan tidak sejajar dengan garis pantai
Tindakan saat tsunami berlangsung
Prinsip-prinsip sebagai cara untuk menyelamatkan diri
1. Bila sedang berada di pantai atau dekat laut dan merasakan bumi bergetar,segera berlari ke tempat yang tinggi dan jauh dari pantai. Naik ke lantai yang lebih tinggi, atap rumah atau memanjat pohon. Tidak perlu menunggu peringatan Tsunami
2. Tsunami dapat muncul melalui sungai dekat laut, jadi jangan berada di Sekitarnya
3. Selamatkan diri anda, bukan harta benda  anda
4. Jangan hiraukan kerusakan di sekitar, teruslah berlari
5. Jika terseret tsunami, carilah benda terapung yang dapat digunakan sebagai rakit
6. Saling tolong-menolong, ajaklah tetangga tinggal di rumah anda, bila rumah Anda selamat! Utamakan anak-anak, wanita hamil, orang jompo, dan orang cacat
7. Selamatkan diri melalui jalur evakuasi tsunami ke tempat evakuasi yang sudah disepakati bersama
8. Tetaplah bertahan di daerah ketinggian sampai ada pemberitahuan resmi dari pihak berwajib tentang keadaan aman
9. Jika anda berpegangan pada pohon saat gelombang tsunami berlangsung jangan membelakangi arah laut supaya terhindar dari benturan benda benda yang dibawa oleh gelombang. Anda dapat membalikan badan saat gelombang berbalik arah kembali ke laut
10. Tetap berpegangan kuat hingga gelombang benar-benar reda

Tindakan Setelah Tsunami Berlalu:

1.Hindari instalasi listrik bertegangan tinggi dan laporkan jika menemukan kerusakan kepada PLN
2.Hindari memasuki wilayah kerusakan kecuali setelah dinyatakan aman
3.Jauhi reruntuhan bangunan
4.Laporkan diri ke lembaga pemerintah, lembaga adat atau lembaga keagamaan!
5.Upayakan penampungan sendiri kalau memungkinkan. Ajaklah sesame warga untuk melakukan kegiatan yang positif. Misalnya mengubur jenazah, mengumpulkan benda-benda yang dapat digunakan kembali, sembahyang bersama, dan lain sebagainya. Tindakan ini akan dapat menolong kita untuk segera bangkit, dan membangun kembali kehidupan
6.Bila diperlukan, carilah bantuan dan bekerja sama dengan sesama serta lembaga pemerintah, adat, keagaamaan atau lembaga swadaya masyarakat
7.Ceritakan tentang bencana ini kepada keluarga, anak, dan teman Anda untuk memberikan pengetahuan yang jelas dan tepat. Ceritakan juga apa yang harus dilakukan bila ada tandatanda tsunami akan datang

Penting: Perlengkapan Siaga Bencana
• Siapkan makanan dan minuman setidaknya untuk cadangan selama tiga hari.
• Siapkan perlengkapan siaga bencana yang mungkin dibutuhkan ketika evakuasi.
• Simpan perlengkapan tersebut didalam tas khusus yang mudah dibawa, seperti tas jinjing,tas punggung dan dibungkus plastik agar tahan terhadap air.
• Letakkan tas tersebut ditempat yang aman dan mudah dijangkau.

Penting: Siapkan Tas Siaga Bencana Keluarga:
a. Pakaian anggota keluarga setidaknya untuk 3 hari pertama
b. Minuman dan makanan instan + makanan bayi (jika punya bayi atau balita)
c. Obat-obatan (terutama yang punya penyakit khusus) + obat anti nyamuk
d. Peralatan shalat (bagi muslim dan muslimah)
e. Senter
f. Radio berbaterai
g. Baterai untuk senter dan radio
h. Dokumen-dokumen berharga
i. Peralatan mandi setidaknya sikat gigi dan odol
j. Kebutuhan lain yang tidak memberatkan

sumber: gempapadangwordpress.com